Dewi Cinta

Catatan Harian | Info Terbaru | RPP Berkarakter | Bank Soal | Rumus Cepat | Matematika

soal dan kunci jawaban sejarah sma kelas xii semester 1

KOMUNIKASI TERAPEUTIK

Posted on March 28, 2010

A.    Pendahuluan
v  Pada profesi kep kom menjadi lebih bermakna karena, merupakan metode utama dalam mengimplementasikan proses kep.
v  Langka pertama dlm pendekatan ini adalah pengkajian yg bertujuan mengumpulkan data secara valid dan akurat sebagai dasar untuk menegakkan masalah dan diagnosa kep.
v  Pada tahap ini , kom memegang peranan penting karena untuk mendapatkan data subyektif dibutuhkan kemampuan berkomunikasi yang efektif.
v  Selain itu, kemampuan ini juga dibutuhkan dalam memberikan intervensi kep khususnya pada klien yang mengalami gangguan kejiwaan.
v  Menurut Hays dan Larson, tehnik yg dpt membantu perawat dlm melakukan interaksi yang lebih terapeutik dengan kliennya yg dikenal dengan tehnik kom terepeutik.
v  Perawat yg menguasai tehnik ini akan lebih efektif dalam mencapai tujuan askep yg telah ditetapkan.
v  Seorang perawat tidak dapat memperoleh pengetahuan tentang  pasiennya, jika tidak ada kemampuan menghargai keunikan yg ada pada pasien. 
v  Melalui kom terapeutik diharapkan perawat dpt menghadapi , mempersepsikan, bereaksi, dan menghargai keunikan pasien.
v  Kom teraapeutik bukan pekerjaan yg bisa dikesampingkan , namun harus direncanakan , disengaja, dan merupakan tindakan profesional.
v  Perawat berkom terapeutik untuk pertama kali , proses kom akan terlihat canggung, semu, dan seperti dibuat-buat
v  Perawat sering menggunakan interaksi sosial yang masih superfisial pada awal percakapan dengan pasien sebagai fondasi menciptakan hubungan saling percaya yang lebih akrab
v  Hubungan yang saling membantu antara perawat-pasien tidak begitu saja terjadi, hal ini dibangun secara cermat ketika perawat melakukan tekhnik kom terapeutik.
v  Roger mengidentifikasi ada 3 faktor mendasar dalam rangka menciptakan hub yg saling membantu yaitu :
o   Pertama    : perawat harus memahami sebenar-benarnya tentang siapa dirinya,
o   Kedua        : perawat harus menunjukkan rasa empatinya,
o   Ketiga        : Klien yg dibantu harus merasa bebas untuk mengeluarkan segala sesuatu yg berhub dgn dirinya dlm hub tersebut. 


Pengertian
q  Komunikasi terapeutik adalah proses dimana perawat yang menggunakan pendekatan terencana mempelajari klien.
q  Kom terapeutik disampaikan secara rahasia karena klien tahu bahwa semua informasi yg disampaikan pada perawat menjadi bagian dari catatan medis dan tidak disebarkan sebagai gosip.
Sikap Kom Terapeutik
Menurut Egan ada 5 sikap yang dpt memfasilitasi kom yg terapeutik, yaitu:
1.    Berhadapan
·         Arti dari posisi ini adalah “ Saya siap untuk anda”.
2.    Mempertahankan kontak mata
·         Artinya menghargai klien dan menyatakan keinginan untuk tetap berkomunikasi.
3.    Membungkuk ke arah klien
·         Posisi ini menunjukkan keinginan untuk mengatakan atau mendengarkan sesuatu.
4.    Mempertahankan sikap terbuka
·         Tidak melipat kaki atau tangan menunjukan keterbukaan untuk berkomunikasi.
5.    Tetap relaks
·         Tetap dapat mengontrol keseimbangan antara ketegangan dan relaksasi dalam memberi respon pada klien.
Teknik Kom Terapeutik
Menurut Wilson dan Kneisl (1992) menyatakan bbrp teknik kom terapeutik,yaitu :
1.            Mendengarkan dgn penuh perhatian.
o   Sikap yang dibutuhkan untuk menjadi pendengar yg baik adalah : pandang klien saat sedang bicara, tidak menyilangkan kaki dan tangan , hindari gerakan yg tidak perlu, anggukkan kepala jika klien membicarakan hal yg penting atau memerlukan umpan balik, condongkankan tubuh kearah lawan bicara.
2.            Menunjukkan Penerimaan
o   Sikap perawat yang menyatakan penerimaan adalah mendengarkan tanpa memutus pembicaraan, memberikan umpan balik verbal yang menyatakan pengertian, memastikan bahwa isyarat non verbal cocok dgn kom verbal, menghindari perdebatan, ekspresi keraguan atau usaha untuk mengubah pikiran klien.
3.            Menanyakan pertanyaan yang berkaitan
o   Tujuan perawat bertanya adalah utk mendapatkan informasi yg spesifik mengenai apa yg disampaikan oleh klien.
o   EX : tadi anda katakan memilki 3 org saudara, siapa yg anda rasa paling dekat dgn anda ?
4.            Mengulang ucapan klien dgn menggunakan kata-kata sendiri.
o   Melalui pengulangan kembali kata-kata klien, perawat memberikan umpan balik bahwa ia mengerti pesan klien dan berharap komkom dilanjutkan.
o   EX; Klien :Saya tidak dapat tidur , sepanjang malam saya terjaga.
Perawat; Saudara mengalami kesulitan untuk tidur …..”.
5.            Mengklarifikasi
o   Klarifikasi terjadi saat perawat berusaha untuk menjelaskan dlm kata-kata , ide atau pikiran yang tidak jelas dikatakan oleh klien.
o   Tujuan : untuk menyamakan pengertian.
o   EX : Apa yang anda maksudkan dengan ………” atau saya tidak yakin saya mengikuti apa yg anda katakan.
6.            Memfokuskan
o   Tujuan untuk membatasi bahan pembicaraan sehingga percakapan menjadi lebih spesifik dan dimengerti.
o   Usahakan untuk tidak memutuskan pembicatraan ketika klien menyampaikan maslah yg penting.
o   EX : Hal ini tampaknya penting, mari kita bicarakan lebih dalam lagi.”
7.            Menyatakan hasil observasi
o   Perawat harus memberikan umpan balik kepada klien dgn menyatakan hasil pengamatannya sehingga klien dapat mengetahui apakah pesannya diterima dgn benar atau tidak.
o   EX : Anda kelihatannya tampak tegang
8.            Menawarkan informasi
o   Memberikan tambahan informasi merupakan tindakan tindakan penyuluhan kes utk klien.
o   Perawat tidak dibenarkan memberikan nasihat kepada klien ketika memberikan informasi, karena tujuan dari tindakan ini adalah memfasilitasi klien untuk mengambil keputusan.
9.            Diam
o   Diam akan memberikan kesempatan kepada perawat dan klien untuk mengorganisir pikirannya.
o   Diam memungkinkan klien untuk berkomunikasi dgn dirinya sendiri
o   Diam terutama berguna pada saat klien harus mengambil keputusan.
10.          Meringkas
o   Meringkas adalah pengulangan ide utama  yg telah dikomunikasikan secara singkat.
o   Bermanfaat untuk membantu mengingat topik yg telah dibahas sebelum meneruskan pembicaraan berikutnya.
o   EX : selama lima belas menit ini anda dan saya telah  membicarakan …..”
11.          Memberikan Penghargaan
o   Penghargaan jangan sampai menjadi beban untuk klien, dalam arti jangan sampai klien berusaha keras dan melakukan segalanya demi untuk mendapatkan pujian atau persetujuan atas perbuatannya.
o   EX : Ibu tampak cocok sekali menggunakan baju berwarna kuning ini.
12.          Memberi kesempatan kepada klien untuk memulai pembicaraan
o   Memberi kesempatan kepada klien untuk berinisiatif dalam memilih topik pembicaraan., perawat dpt menstimulasi utk mengambil inisiatif  dan merasakan bahwa ia diharapkan untuk membuka pembicaraan.
o   Ex : apakah yg sedang anda pikirkan?”.
13.          Menganjurkan utk meneruskan pembicaraan
o   Teknik ini memberikan kesempatan kepada klien untuk mengarahkan hampir seluruh  pembicaraan.
o   Teknik ini juga mengindikasikan bahwa perawat mengikuti apa yg sedang dibicarakan dan tertarik dgn apa yang akan dibicarakan selanjutnya.
o   EX: …Teruskan…atau “….Dan kemudian…? “Coba ceritakan kepada saya tentang hal tersebut.”
14.          Menempatkan kejadian secara berurutan.
o   Mengurutkan kejadian secara teratur akan membantu perawat dan klien untuk melihatnya dalam suatu perspektif .
o   Kelanjutan dari suatu kejadian akan menuntun perawat dan klien untuk melihat kejadian berikutnya yg merupakan akibat dari kejadian sebelumnya.
o   EX : Kapan kejadian tersebut terjadi ?
Apakah yg terjadi sebelum dan   sesudah kejadian tersebut. ?
15.          Memberikan kesempatan kepada klien utk menguraikan persepsinya.
o   Apabila perawat ingin mengerti klien, maka ia harus melihat segala sesuatunya dari perspektif klien.
o   Klien harus merasa bebas untuk menguraikan persepsinya kepada perawat. 
o   EX : Coba ceritakan kepada saya bagaimana perasaan saudara saat akan dioperasi.
16.          Refleksi
o   Refleksi memberikan kesempatan kepada klien untuk mengemukakan dan menerima ide dan perasaanya sebgai bagian dari dirinya sendiri.
o   Klien mempunyai hak utk mengemukakan pendapatnya, membuat keputusan dan memikirkan dirinya sendiri.
o   EX; Klien : Apakah menurut anda saya harus mengatakannya kepada dokter ?
Perawat : Apakah menurut anda sendiri anda harus mengatakannya?

DIMENSI HUBUNGAN
v  Dimensi hubungan adalah  keterampilan tertentu yg dibutuhkan perawat untuk mencapai dan mempertahankan hubungan terapeutik.
v  Keterampilan ini menggabungkan antara ket verbal dan non verbal serta sikap dan perasaan di balik sikap perawat.
v  Ketrpl ini dibagi  dalam 2 dimensi yaitu dimensi responsif & tindakan.
A.    Dimensi Responsif
Menurut Stuart dan Sundeen dalam dimensi responsif ini adalah keihlasan, penghormatan, pengertian, empati, dan kekonritan
  1. Kesejatian/keihlasan
ü  Keihlasan akan tampak melalui sikap perawat yg terbuka, jujur, tulus dan berperan aktif dlm berhub dgn klien.
  1. Hormat/Menghargai
ü   Sikap menghargai akan tampak saat perawat menerima klien apa adanya, tidak menghakimi, tidak mengejek, atau menghina.
ü  Rasa menghargai akan terppar melelui sikap:menemani klien yg sedang menangis , minta maaf atas hal yg tidak disukai klien,memenuhi permintaan klien untuk tidak menanyakan pengalaman tertentu.
  1. Empati
ü  Empati merupakan kemampuan masuk dlm kehidupan klien agar dpt merasakan pikiran dan perasaannya sehingga kemudian mampu mengidentifikasi masalah klien dan membantu mengatasi maslah tersebut.
ü  Perilaku yg menunjukkan tingkat empati yang tinggi adalah : memperkenalkan diri kepada klien, kepala dan badan membungkuk kearah klien, respon verbal thp pendapat klien khususnya kekuatan dan sumber daya klien, kontak mata dan berespon pada tanda non verbal klien, mis nada suara, kegelisahan, eskpresi wajah, tunjukkan perhatian, minat, kehangatan melalui ekspresi wajah, nada suara konsisten dgn ekspresi wajah dan respon verbal.
  1. Konkrit
ü  Perawat menggunakan terminologi yg spesifik, bukan abstrak.
ü  Manfaat dari penggunaan terminologi yg spesifik adalah mempertahankan respon perawat thp perasaan klien, penjelasan dpt diberikan secara akurat, mendorong klien memikirkan masalah yg spesifik.
B.    Dimensi Tindakan
v  Menurut Stuart dan Sundeen yg termasuk dalam dimensi tind adalah konfrontasi, kesegeraan, pengungkapan diri perawat, katarsis emosional dan penerimaan peran
v  Dimensi ini harus  diimplementasikan dalam konteks kehangatan, penerimaan, dan pengertian yg dibentuk oleh dimensi responsif.
1.    Konfrontasi
ü  Pengekspresian perawat terhadap perbedaan pada perilaku klien yg bermanfaat untuk memperluas kesadaran diri klien.
ü   Menurut Carkhooff mengidentifikasi 3 kategori konfrontasi yaitu :
a.    Ketidaksesuaian antara konsep diri klien(ekspresi klien ttg dirinya) dan ideal diri (cita-cita/keinginan klien).
b.    Ketidaksesuaian antara ekpresi non verbal dan perilaku klien
c.    Ketidaksesuaian antara pengalaman klien dan perawat.
ü  Konfrontasi seharusnya dilakukan secara asertif bukan agresif/marah.
ü  Sebelum melakukan konfrontasi perawat perlu mengkaji antara lain : tingkat hubungan saling percaya dgn klien, waktu yg tepat, tingkat kecemasan dan kekuatan koping klien.
ü  Konfrontasi sangat  berguna utk klien yg telah mempunyai kesadaran diri  tetapi perilakunya belum berubah.
2.    Kesegeraan
ü  Terjadi jika interaksi P-K difokuskan  dan digunakan utk mempelajari fungsi klien dlm hub interpersonal lainnya.
ü  Perawat harus sensitif thp perasaan klien dan berkeinginan membantu dgn segera.
3.    Keterbukaan Perawat
ü  Tampak ketika perawat memberikan informasi tentang diri, ide, nilai, perasan dan sikapnya sendiri untuk memfasilitasi kerjasama , proses belajar, katarsis, atau dukungan klien.
ü  Melalaui penelitian yg dilakukan oleh Johnson ditemukan bahwa peningkatanketerbukaan antara P-K menurunkan tingkat kecemasan antara P-K.
4.    Katarsis Emosional
ü  Klien di dorong utk membicarakan hal-hal yg sangat mengganggunya utk mendptkan efek terapeutik.
ü  Jika klien mengalami kesulitan mengekspresikan perasaannya , perawat dpt membantu dgn mengekspresikan perasaannya jika ia berada pada situasi klien.
5.    Bermain Peran
ü  Membangkitkan situasi tertentu utk meningkatkan penghayatan klien ke dlm hub antar manusia dan memperdalam kemampuannya utk melihat situasi dari sudut pandang lain, juga memperkenankan klien utk mencobakan situasi yg baru dlm ling yg aman.
Category: Komunikasi

Bank Soal Matematika – Tes Daya Serap Siswa Bahasan Trigonometri

Posted on May 18, 2011

Bank Soal Matematika – Tes Daya Serap Siswa Bahasan Trigonometri.
File ini berisi beberapa materi yang siap sahabat download. Materi yang ada di dalamnya cukup padat, simpel dan mudah dimengerti. File ini dalam format Ms. Word, sehingga bisa diedit Semoga bermanfaat.

Silakan download juga materi lainnya. Gratis!



Patofisiologi Hipertensi | Manifestasi Klinik Hipertensi | Komplikasi Hipertensi

Posted on April 13, 2012

Patofisiologi Hipertensi. Beberapa variabel yang mempengaruhi regulasi kardiovaskuler yaitu curah jantung (cardiac output), tahanan periperal (peripheral resistance), dan tekanan darah (blood pressure).

Regulasi kardiovaskuler bertujuan untuk menjaga perubahan aliran darah tepat waktu, berada di dalam area yang benar dan tidak menimbulkan perubahan tekanan dan aliran darah secara drastis pada organ vital. Mekanisme yang mempengaruhi regulasi kardiovaskular yaitu mekanisme autoregulasi lokal, saraf, dan hormonal (Muhammadun As, 2010).
Aliran darah dalam jaringan terutama diatur oleh mekanisme auotoregulasi lokal. Autoregulasi berarti penyesuaian otomatik dari aliran darah dalam setiap jaringan terhadap kebutuhan dari jaringan bersangkutan. Pada umumnya kebutuhan – kebutuhan jaringan adalah berupa nutrisi. Namun dalam beberapa keadaan autoregulasi diperlukan seperti untuk regulasi pembuangan zat sisa metabolisme dan elektrolit, dimana zat-zat tersebut dalam darah memainkan peranan penting dalam mengatur aliran darah ginjal. Di dalam otak autoregulasi untuk regulasi kadar karbondioksida, dimana zat tersebut mempengaruhi kecepatan aliran darah ke jaringan tersebut. Pada jaringan lain umumnya kebutuhan akan oksigen merupakan rangsangan yang paling kuat memunculkan autoregulasi (Guyton&Hall, 2005). 

Jika terjadi gangguan autoregulasi lokal pada kondisi yang normal, maka akan mengaktifkan mekanisme system saraf dan hormonal (Muhammadun As, 2010).

Apabila autoregulasi lokal tidak efektif, maka mekanisme saraf akan menstimulasi reseptor-reseptor yang sensitive untuk mengubah komposisi kimia dan tekanan darah sistemik yang selanjutnya mengaktifkan pusat kardivaskuler. Pada jarak waktu yang pendek terjadi peningkatan vasokonstriksi pada tekanan darah oleh menstimulasi saraf simpatis pada jantung dan peripheral. Selanjutnya homeostasis tubuh akan mengembalikan volume dan tekanan darah menjadi normal kembali. (Muhammadun As, 2010).
Mekanisme hormonal dapat merespon apabila autoregulasi tidak efektif yaitu dengan menstimulasi kelenjar endokrin untuk melepaskan hormone yang berperan dalam pengaturan tekanan darah dan volume darah. Dalam jarak waktu yang lama maka homeostasis tubuh akan mengembalikan volume dan tekanan darah kembali normal Marliani (2007). 
Dalam merespon gangguan homeostasis akibat penurunan volume darah dan tekanan darah yaitu melalui stimulasi renin dan angiotensin. Ginjal memproduksi renin yaitu suatu enzim yang bertindak pada substrat protein plasma untuk memisahkan angiotensin I, yang kemudian diubah oleh converting enzim dalam paru menjadi angiotensin II. Angotensin II dan eritropoietin dengan tempo waktu yang panjang. Angiotensin II secara langsung akan mempengaruhi peningkatan cardiac output dan vasokonstriksi peripheral untuk meningkatkan tekanan darah. Selanjutnya angiotensin II akan merangsang pelepasan antidiuretic hormone (ADH), sekresi aldosteron, dan rasa haus untuk meningkatkan tekanan darah dan volume darah. Demikian pula dengan eritropoietin dengan cara meningkatkan pembentukan sel-sel darah merah akan meningkatkan volume darah. Adanya regulasi melalui perangsangan mekanisme saraf dan hormonal, maka homoestasis tekanan darah dan volume darah kembali normal. Namun jika autoregulasi tersebut mengalami gangguan maka homoestasis tekanan darah tidak terjadi, sehingga terjadi peningkatan tekanan darah (Guyton& Hall, 2005).

Manifestasi Klinik Hipertensi

Sebagian besar manifestasi klinis timbul setelah mengalami hipertensi bertahun-tahun, dan berupa:
1. Nyeri kepala saat terjaga, kadang-kadang disertai mual dan muntah
2. Penglihatan kabur akibat kerusakan retina karena hipertensi
3. Ayunan langkah yang tidak mantap karena kerusakan susunan saraf pusat
4. Nokturia karena peningkatan aliran darah ginjal dan filtrasi glomerulus
5. Edema akibat peningkatan tekanan kapiler (Corwin, 2009).
Pada hipertensi maligna yang merupakan tipe hipertensi berat yang secara progresif, dimana tekanan darah diastoliknya > 115 mmHg. Hipertensi maligna meningkatkan risiko gagal ginjal, gagal jantung kiri, dan stroke. Seseorang dengan maligna biasanya memiliki gejala-gejala:
1. Morning headaches
2. Penglihatan kabur
3. Sesak napas atau dispnea
4. Dan gejala uremia
Komplikasi Hipertensi
Beberapa contoh komplikasi dari hipertensi, yaitu (Udijanti,2010) :
1. Angina pectoris
2. Cardiomegali
3. Congestif heart failure
4. Iskemia miocard
5. Stroke

Bahan Ajar Power Point Geografi SMA Kelas X

Posted on January 10, 2012

Bahan Ajar Power Point Geografi SMA Kelas X. Hi bapak ibu guru … Sebelumnya saya telah memberikan link download bahan ajar ICT dalam bentuk Power Point untuk materi Power Point Bahasa Inggris SMA Kelas XI dan Power Point Ekonomi SMA dari kelas X hingga kelas XII. Kini saatnya saya berbagi link download untuk bahan ajar ICT mata pelajaran Geografi SMA.

Bahan Ajar Power Point Geografi SMA Kelas X ini dapat menjadi contoh model media pembelajaran yang akan sangat bermanfaat bagi siswa. Layaknya kita ketahui, bahwa materi pembelajaran geografi merupakan salah satu materi pembelajaran yang sangat membutuhkan visualisasi. Sebagai contoh sederhana, bagaimana mungkin kita akan memperkenalkan letak dan posisi sebuah kota dalam peta jika peta-nya saja tidak ada? Ya ndak?! Nah,dengan membuat visual pembelajaran semisal presentasi power point, proses belajar mengajar di kelas akan menjadi masa belajar yang sangat menyenangkan. 
Power Point Geografi ini saya dapatkan dari salah seorang teman yang mengajar geografi di sekolah kami. Kebetulan beliau berbaik hati memberikan contoh media belajar power point. Waktu itu juga sekaligus sebagai tugas guru untuk memenuhi dokumen RSKM Sekolah kami.

Bahan Ajar Power Point Geografi SMA Kelas X

Untuk mendownload Power Point Geografi SMA Kelas X ini bapak ibu guru dapat melakukan klik kanan pada link berikut, kemudian pilih SAVE LINK AS lalu pilih SAVE FILE. Dalam hitungan detik file presentasi tersebut akan menjadi milik Anda.
Ini dia link-nya :
Bagaimana? Mudah bukan downloadnya?! Ayo download juga Bank Soal Geografi SMA dan juga koleksi Soal UN 2012 untuk dijadikan sebagai bahan belajar siswa. Lihat juga SKL UN SMA 2012 untuk mengetahui kisi-kisi soal ujian nasional yang akan muncul tahun ini. Semoga bermanfaat. Bahan Ajar Power Point Geografi SMA Kelas X
Category: Power Point SMA

Soal Soal Bahasa Indonesia SMA Kelas XI | Download Bank Soal Bahasa Indonesia

Posted on November 27, 2011

Soal Soal Bahasa Indonesia SMA Kelas XI | Download Bank Soal Bahasa Indonesia. Halo bapak ibu guru sekalian. Kemarin saya baru saja berbagi link download Bank Soal Matematika SMA Kelas X dan Kelas XI, juga Soal Soal Bahasa Indonesia SMA Kelas X, kini saya akan berbagi soal-soal bahasa Indonesia SMA untuk kelas 11.
Soal-soal bahasa Indonesia ini sebenarnya lebih mengarah pada kelas XI IPA. Namun saya yakin bahwa perbedaan antara SKL Bahasa Indonesia untuk kelas XI IPA tidak jauh berbeda dengan kelas XI IPS. Karenanya, saya berharap materi ini dapat dipergunakan untuk siswa pada kedua jurusan tersebut.

Soal Soal Bahasa Indonesia SMA Kelas XI

Materi soal soal bahasa Indonesia ini adalah lanjutan dari materi yang kemarin. Soal-soalnya terdiri atas beberapa file, yang kemudian saya kompress dalam ekstensi .RAR. File-file ini dapat bapak ibu download lewat 4shared. Sebuah website penyimpanan online gratis, yang hanya mengharuskan bapak ibu menunggu selama 20 detik untuk mendapatkan file yang saya upload secara gratis.
Sebenarnya niat awal saya adalah meletakkan file-file ini dalam hosting wordpress gratisan. Sayangnya hal itu tidak mungkin terjadi. Tidak seperti file-file Soal UN 2012 sebelumnya yang dapat didownload hanya dengan sekali klik. File-file ini mengharuskan bapak ibu diarahkan pada website lain. Tapi tak apalah. Saya pikir demi sebuah proses pembelajaran yang berkualitas, menunggu selama itu bukanlah masalah.
Untuk mendownload di 4shared, cukup klik pada link di bawah ini, kemudian bapak ibu guru akan diarahkan ke halaman 4shared. Di sana, klik “UNDUH SEKARANG” (Download Now), terus pilih REGULAR DOWNLOAD (SLOW DOWNLOAD) yang mengharuskan bapak ibu menunggu selama 20 detik. Tak apalah, setidaknya tidak lebih ribet dari mengetikkan kode. Haha … Setelah 20 detik, akan muncul UNDUH FILE SEKARANG. Semoga berhasil.
Berikut ini link downloadnya :

Bagaimana? Mudah bukan?! Ayo download bank soal lainnya pada artikel terkait di bawah ini. Semoga bermanfaat. Soal Soal Bahasa Indonesia SMA Kelas XI | Download Bank Soal Bahasa Indonesia